Assalamu’alaikum wr.wb
Alhamdulillahirobbil
alamin, washolatu wassalamu 'ala asrofil ambiya iwal mursalin wa'ala alihi
wasohbihi aj ma'in. Amma ba'du.
Dewan juri yang kami hormati, serta hadirin sekalian yang
berbahagia. Pada kesempatan kali ini, kami akan menyampaikan sebuah tema
“Persatuan dan Kesatuan Bangsa”
Hadirin sekalian.....
Tanah airku, membentang dai sabang sampai merauke
rangkaian pulau demi pulau, terajut dalam satu bingkai persada nusantara, tegak
dan kokoh bersama panji pancasila “BHINEKA TUNGGAL IKA BERBEDA-BEDA TAPI SATU JUA.
Namun sayang semboyan ini tinggal kenangan. Sebab, Indonesia
kita saat ini sedang bersedih, pertiwi kita sedang menangis, karna nuansa
perbedaan yang muncul dari keberagaman negeri ini, ternyata telah melahirkan
fanatisme buta, persaingan hidup tidak sehat, perselisihan perpecahan,
permusuhan, bahkan gontok-gontokkan yang meluluh lantahkan nilai-nilai
persatuan dan kesatuan.
Hadirin sekalian.....
Sungguh memprihatinkan, keutuhan kita sebagai bangsa
benar-benar dalam ujian Terorisme masih bergejolak, ambon masih memanas, bahkan
masih ada daerah lain yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Pertanyaannya,
apakah kita rela, bangsa besar yang dibangun dengan susah payah, dengan untaian
air mata, dengan genangan darah, bahkan bergelimpangan mayat suhada harus porak
-poranda hanya untuk kepentingan golongan?
Tentu tidak
Oleh karna itu, Allah menerangkan dalam Al Qur’an surah Al-imron
: 103.
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semua pada tali (Agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu
(Masa Jahiliah) bermusuh-musuhan maka Allah akan mempersatukan hatimu, lalu menjadikan
kamu, karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di
tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikian lah Allah menerangkan
ayat-ayatnya kepadamu, agar kamu mendapatkan petunjuk.
Hadirin sekalian yang berbahagia.....
Dengan demikian, untuk membangun bangsa kita dari
keterpurukan, syarat mutlaknya kita harus bersatu berpadu. Apapun bendera kita,
apapun pantai kita, bagaimanapun warna kulit kita, adat istiadat, suku bangsa,
agama dan bahasa kita. Harus dijadikan jembatan emas untuk memperkokoh
persatuan dan kesatuan bangsa, sebagaimana para ulama’ berkata.
“Bersatu
itu akan membawa rahmat, sedangkan berpecah-belah itu akan membawa bencana”.
Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah.....
Oleh karna itu melalui momen kali ini saya menghimbau
saudara-saudara seiman seyakin, sebangsa dan setanah air. Mari kita bina
persatuan dan kesatuan demi kesuksesan-kesuksesanya pembangunan bangsa. Jadi
sikap tersebut diaplikasikan saya yakin Indonesia akan bangkit dan maju, serta
mampu bersaing dengan negara lain. Bagi kita insan yang beriman yang telah
melakukan amal ini, berarti telah melakukan amal shaleh, berguna bagi nusa dan
bangsa.
Demikianlah untaian kata yang dapat saya sampaikan, mohon
maaf atas segala kekurangan dan terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum Wr. Wb