Upaya meningkatkan Kreatifitas
Menggambar Melalui Pendekatan Contextual Learning
di Kelompok A TK 10 Nopember Botosari Sukorambi

Menggambar   è   1.  Kegiatan membentuk imajinasi.
                               2.  Membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.

Kreatifitas       è   1.  Proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru.
                               2.  Proses timbulnya ide baru.
 



Maka dari itu dalam kegiatan menggambar dibutuhkan kreatifitas karena dengan kreatifitas anak mampu menggambar tidak hanya sekedar menggambar namun lebih dari itu yaitu sebuah kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak.
 



Pendekatan contextual learning merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang di ajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Tugas guru dalam pendekatan contextual learning adalah membantu anak dalam mencapai tujuannya.

Menurut Rachmadiarti (2002), suatu proses kegiatan belajar mengajar dapat dikatakan berorientasi pada kontekstual learning apabila mempunyai tujuh pilar yaitu :
1.    Inkuiri (inquiry)
Merupakan landasan berpikir contextual learning and teaching (CTL), yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, mengingat pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar.

2.    Bertanya (questioning)
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh anak diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri.
3.    Kontruktivisme (contruktivism)
Kegiatan bertanya berguna untuk menggali informasi, menggali pemahaman anak, membangkitkan respon kepada anak, mengetahui sejauh mana keingintahuan anak, mengetahui hal-hal yang sudah diketahui anak.
4.    Masyarakat belajar (learning community)
Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dengan orang lain.
5.    Penilaian autentik (autentic assesment)
Mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan anak didiknya untuk belajar dan melakukan apa yang guru inginkan agar anak didiknya melakukan.
6.    Refleksi (reflection)
Respon tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lalu.
7.    Permodelan (modelling)

Proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran mengenai perkembangan belajar anak.

Leave a Reply